Penyadapan Memantik Nasionalisme Hacker Indonesia

10 Nov 2013

a787ed4ca4befb42d03cffc5cf32bbd0_pegiat-hacker-anonymous-indonesia-tersentuh-rasa-nasionalismenya-bersatu-serang-situs-rsmi-pemerintah-australiaSebagai protes dan pembalasan terhadap pemerintah Australia dan agensi mata-matanya ASIO atas dugaan perilaku penyadapan yang dilakukan negara Kanguru (Australia) ini terhadap Indonesia ditambah tidak adanya permintaan maaf dari Australia telah mengobarkan rasa nasionalisme para ahli peretas (hacker) Indonesia yang tergabung dalam pegiat anonymous Indonesia yang langsung bereaksi keras menyerang situs penting Pemerintah Australia. Konon tindakan aktivis hacker (hacktivist) Indonesia yang menyuarakan @StopSpyingOnIndonesia ini didukung oleh masyarakat di tanah air bahkan Staf Khusus Menpora Heru Nugroho, mengungkapkan dukungannya untuk Anonymous Indonesia untuk melancarkan serangan cyber ke Australia dan Amerika.

Pihak Australia sendiri menuduh serangan hacker Indonesia yang tergabung dalam Anonymous Indonesia ke situs-situs Australia, didukung pemerintah. Demikian seperti ditulis The Sydney Morning Herald (SMH) mengutip pernyatan David Hill, Professor of Southeast Asian Studies di Murdoch University.

Sementara itu, para hacker Indonesia menolak jika disebut mempunyai relasi dengan pemerintah. “Kami melakukannya berdasar nasionalisme. Kami merasa solider untuk bertahan karena aksi-aksi Australia menyadap informasi vital negara kami,” katanya. Seperti diungkapkan seorang hacker yang memiliki akun twitter @MIrZA_stw, menyampaikan secara tegas bahwa banyak teman-teman di Anonymous Indonesia yang merupakan pasukan DDOS mau membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Karena penyadapan itu ibarat mencuri,”

Edun nya lagi tindakan para peretas Indonesia kabarnya didukung para peretas Australia karena mereka turut menyesalkan tindakan penyadapan terhadap jaringan internet dan komunikasi Indonesia. Menurut seorang penggiat Anonymous Indonesia dengan akun twitter @valdiapr, pihaknya ingin mengonfirmasikan bahwa tidak ada saling serang antara hacker Indonesia dengan Australia, mereka bahkan membantu Indonesia untuk menyerang website pemerintahan australia, karena mereka sendiri juga merasa kalau tindakan itu tidak baik, dan itu termasuk mencuri data atau informasi negara lain,” ujarnya kepada merdeka.com, Sabtu (8/11). Merdeka.com, Sabtu (9/11) berhasil mendapatkan transkrip rekaman pembicaraan chatting antara tokoh hacker anonymous Indonesia dan Australia. Berikut ringkasan percakapan diantara mereka:

xCrotZ: hi
xCrotZ: im from indonesian
@Absantos: The Government is the target, not random .au websites, They haven’t done anything wrong.
xCrotZ: Can you give us a target for attack??
xCrotZ: yeah i know
@Absantos: asio.gov.au would be a good start
@Absantos: Truth be said, you wouldn’t want a cyber war with Australia
@Absantros: No Worries
xCrotz: Can you tell me purpose of these targets?
raxstorm: The Asio are the Australian spy agency
raxstorm: They re the ones doing spying

Awalnya, penyerangan terhadap ratusan situs Australia dilakukan para peretas indonesia dilakukan secara acak sekedar peringatan kepada pemerintah Australia agar tidak memata-matai jaringan internet Indonesia dan agar pemerintah Australia meminta maaf. Akibat serangan sporadis ini ratusan situs di Australia bertumbangan malah situs-situs bisnis non resmi pemerintah turut ngajongkeng lumpuh, demikian seperti dikutip dari dari Cyber War News (07/11), ternyata banyak dari daftar situs yang telah lumpuh itu adalah website milik usahawan-usahawan kecil Australia. Akhirnya tim dari Cyber War News memulai untuk bertanya kepada salah satu peretas Indonesia tentang motif serangan tersebut.

Dalam percakapan yang berlangsung via Twitter itu, hacker Indonesia yang memiliki ID xCodeZ mengatakan bahwa para peretas melakukan serangan serempak ini dan tidak peduli terhadap siapa korbannya dikarenakan pemerintah Australia tetap melakukan aksi penyadapan walaupun sudah diperingatkan untuk menyudahi aktivitas mata-mata itu.

“I attack that site, because your country is still spying my country,” tulis xCodeZ dalam Twitternya.

Para hacker anonymous Australia yang menganggap saudara dan teman seperjuangan terhadap para hacker Indonesia memperingatkan para tokoh anonymous Indonesia agar fokus dan tidak sporadis menyerang situs-situs yang tidak bersalah, kira-kira begini (dalam Bahasa Sunda) :

lur, salah atuh euy, cing atuh tong nu eta, eta mah salah sasaran..! Tong nyerang situs komersial tak berdosa milik bisnis / UKM, termasuk Rumah Sakit Umum Brisbane dan kelompok pendukung kanker Anak-anak yang terafiliasi dengan pemerintah yang tidak bersalah tapi seranglah situs resmi pemerintahanna we, yang kudu diserang mah pek weh mun erek mah situs Badan Intelijen Australia atau Australian Intelligence Service yang beralamat di www.asis.gov.au, sing fokus atuh tong sporadis nyerang situs-situs tidak bersalah “, ceuk Anonymous Australia teh,” memperingatkan. Selain memberikan saran, anonymous Australia juga mengancam dan marah akan mengerahkan legiun mereka kalau para hacker anonymous Indonesia tidak mengindahkan peringatan ini. wiy, takuut…!

3e7d97b7d31d6b09183bbb5600561c01_peringatan-anonymous-australia-2013-11-10_093259

Setelah adanya pembicaraan antara hacker Australia dan Indonesia, maka serangan hacker-hacker Indonesia ke Australia dilakukan mengarah ke sasaran situs intelijen Australia www.asis.gov.au dan berhasil merontokkan situs intelijen Australia tersebut dalam hitungan jam saja. Situs ini dibuat down oleh para peretas Indonesia setelah sempat semaput dan sesekali hidup kembali. Targetnya adalah sampai kondisinya benar-benar mati atau statusnya 404 Not Found.

Target berikutnya para hacker Indonesia adalah situs intelijen Australia yang beralamat di http://asio.gov.au yang juga dianggap menyadap Indonesia. Malah untuk hal aktivitas para pegiat peretas Indonesia untuk menyerang situs intelijen ini mendapat dukungan dari hacker se-Asia. “All Asia Support You, Indonesia” demikian dukungan Rachel peretas dari Thailand, seperti ditulis dalam komentar di situs www.status.ws mengenai status jatuhnya server situs Badan Intelijen Australia.

Dalam misi penyerangan ke situs http://asio.gov.au ini setidaknya ada dua kelompok hacker dengan anggota lebih dari 500 orang, wey kereen, seueur geningan..! Sebagai komandan penyerangan hacker malam ini dipimpin oleh Om-Jin menggantikan XcRotZ yang sedang berhalangan dan ia meminta para hacker jangan sampai menghentikan serangan walaupun DOWN, karena belum tentu sudah 404 Not Found.

“Persiapkan diri kalian. Ini Bukan tempat untuk mencari ketenaran, siapa hebat dan siapa master , kita semua sama. Kita hanya membuktikan kepada seluruh masyakat Indonesia, bahwa hacker, DDOSER, caridinger, terserah orang mengatakan apa, kita melakukan hal ini hanya semata-mata agar privasi Indonesia tidak terusik,” ujar Om-Jin.

Grup hacker lain, Suram-Crew juga menyasar sasaran yang sama, yaitu http://asio.gov.au yang dimotori oleh Zombie-Root. Berdasarkan situs http://www.zone-h.org/archive, setidaknya sudah lebih dari 100 ribu website Australia dan Amerika Serikat yang disasar para hacker Indonesia.

Di luar dugaan, hacker Australia yang semula dianggap sebagai teman seperjuangan ternyata menyerang balik situs Presiden RI. Situs Presiden RI diserang balik peretas Australia dan dibuat down. Namun, untungnya, yang diserang ternyata salah sasaran. Yang diserang habis-habisan dan dibuat lumpuh adalah situs www.presidenri.gov.id padahal situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah www.presidenri.go.id. Hingga pagi ini situs tersebut dalam kondisi baik-baik saja.

termasuk di tengah upaya membombardir situs intelijen http://asio.gov.au, tadi malam situs Bareskrim Mabel Polri di www.bareskrim.polri.go.id down atau disable. Seorang hacker dari Indonesia Security Down Team malah bertanya siapa yang men-deface situs Bareskrim Polri ini. Kemungkinan dilakukan oleh hacker Australia. Namun bisa juga dilakukan pihak lain yang turut memancing di air keruh bukan dilakukan oleh para hacker Australia. wallahu a’lam.

Yang jelas bila benar serangan balik ini dilakukan oleh hacker Australia artinya Indonesia sudah harus siap menghadapi cyber war yang terjadi. Kita bukan siap untuk menyerang saja, namun siap juga untuk menerima serangan yang mungkin akan lebih besar dan mematikan.

“Ini merupakan warning bagi seluruh situs pemerintahan dan militer untuk menjaga sistem informasi dan komunikasi secara aman. Back up semua data, dan siapkan tim yang memantau detik per detik situs setidaknya sampai warning ini dicabut, sehingga bila ada serangan dapat segera ditanggulangi,” kata pengamat telematika Heru Sutadi kepada merdeka.com, Sabtu (9/11).

Pemerintah Tak Setuju Hacker Indonesia Serang Situs Australia

Pemerintah Indonesia sendiri telah melontarkan protes terhadap Australia dan Amerika Serikat soal penyadapan yang dilakukan kedua negara itu karena penyadapan merupakan tindakan ilegal mengganggu harkat dan martabat bangsa.

Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah angkat bicara soal serangan ahli peretas (hacker) lokal itu terhadap situs milik pemerintah Australia. Dia mengaku tak bisa berbuat banyak tentang hal itu.

“Ini mencerminkan masyarakat kita menjadi bagian kehidupan internasional. Pemerintah tak bisa melarang atau membenarkan, karena itu reaksi yang bersifat individual. Itu dikembalikan ke individu,” ujar Teuku usai menghadiri diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (9/11).

Meski demikian, dia tak setuju jika keahlian para anak bangsa ini dilakukan untuk tujuan yang tidak baik. Dia malah meminta para hacker lokal membantu pemerintah agar tak lagi dengan mudah disadap.

“Apakah ada tindakan yang lebih positif, misalnya menyalurkan teknologi informasi mereka untuk memperkuat penangkal penyadapan. Jadi itu yang bisa dikontribusikan anak-anak muda yang baik di zaman era informasi teknologi,” tegas dia.

Teuku pun tak mau menanggapi soal apakah pemerintah akan menyerang balik penyadapan dengan cara meretas situs-situs Australia dan Amerika Serikat.

“Saya tak kompeten untuk itu. Saya yakin antar institusi pemerintah ada yang punya kapasitas untuk membangun jejaring, pakar teknologi informasi dengan anak muda mereka bisa berkontribusi pengaman teknologi informasi kita,” pungkasnya.

sumber : merdeka.com


TAGS Nasionalisme Hacker Indonesia


-

Author

Search

Recent Post